Showing posts with label sains dan islam.. Show all posts
Showing posts with label sains dan islam.. Show all posts

Saturday, September 28, 2013

Sifat api neraka dan keadaanya


Assalamualaikum dan salam Ramadhan..


Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: "Api neraka telah dinyalakan selama seribu tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga gelap bagaikan malam yang kelam."

                        Diriwayatkan bahawa Yazid bin Martsad selalu menangis sehingga tidak pernah kering air matanya dan ketika ditanya, maka dijawabnya: Andaikata Allah s.w.t. mengancam akan memanjarakan aku didalam bilik mandi selama seribu tahun. nescaya sudah selayaknya air mataku tidak berhenti maka bagaimana sedang kini telah mengancam akan memasukkan aku dalam api neraka yang telah dinyalakan selama tiga ribu tahu."

                        Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari mujahid berkata: "Sesungguhnya dijahannam ada beberapa perigi berisi ular-ular sebesar leher unta dan kala sebesar kaldai, maka larilah orang-orang ahli neraka keular itu, maka bila tersentuh oleh bibirnya langsung terkelupas rambut, kulit dan kuku dan mereka tidak dapat selamat dari gigitan itu kecuali jika lari kedalam neraka."

                        Abdullah bin Jubair meriwayatkan bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: "Bahawa didalam neraka ada ular-ular sebesar leher unta, jika menggigit maka rasa redih bisanya tetap terasa hingga empat puluh tahun. Juga didalam neraka ada kala sebesar kaldai, jika menggigit maka akan terasa pedih bisanya selama empat puluh tahun."

                        Al-a'masy dari Yasid bin Wahab dari Ibn Mas'ud berkata: "Sesungguhnya apimu ini sebahagian dari tujuh puluh bagian dari api neraka, dan andaikan tidak didinginkan dalam laut dua kali nescaya kamu tidak dapat mempergunakannya."

                        Mujahid berkata: "Sesungguhnya apimu ini berlindung kepada Allah s.w.t. dari neraka jahannam." Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya seringan-ringan siksa ahli neraka iaitu seorang yang berkasutkan dari api nerka, dan dapat mendidihkan otaknya, seolah-olah ditelinganya ada api, dan giginya berapi dan dibibirnya ada wap api, dan keluar ususnya dari bawah kakinya, bahkan ia merasa bahawa dialah yang terberat siksanya dari semua ahli neraka, padahal ia sangat ringan siksanya dari semua ahli neraka."

                        Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Amr r.a. berkata: "Orang-orang neraka memanggil Malaikat Malik tetapi tidak dijawab selama empat puluh tahun, kemudian dijawabnya: "Bahawa kamu tetap tinggal dalam neraka." Kemudian mereka berdoa (memanggil) Tuhan: "Ya Tuhan, keluarkanlah kami dari neraka ini, maka bila kami mengulangi perbuatan-perbuatan kami yang lalu itu bererti kami zalim." Maka tidak dijawab selama umur dunia ini dua kali, kemudian dijawab: "Hina dinalah kamu didalam neraka dan jangan berkata-kata."

                        Demi Allah setelah itu tidak ada yang dapat berkata-kata walau satu kalimah, sedang yang terdengar hanya nafas keluhan dan tangis rintihan yang suara mereka hampir menyamai suara himar (kaldai).


   Qatadah berkata: "Hai kaumku, apakah kamu merasa bahawa itu pasti akan terkena pada dirimu, atau kamu merasa akan kuat menghadapinya. Hai kaumku, taatlah kepada Allah s.w.t. itu jauh lebih ringan bagi kamu kerana itu, taatilah sebab ahli neraka itu kelak akan mengeluh selama seribu tahun tetapi tidak berguna bagi mereka, lalu mereka berkata: "Dahulu ketika kami didunia, bila kami sabar lambat laun mendapat keringanan dan kelapangan, maka mereka lalu bersabar seribu tahun, dan tetap siksa mereka tidak diringankan sehingga mereka berkata: Ajazi'na am sobarna malana min mahish (Yang bermaksud) Apakah kami mengeluh atau sabar, tidak dapat mengelakkan siksa ini.Lalu minta hujan selama seribu tahun sangat haus dan panas neraka maka mereka berdoa selama seribu tahun, maka Allah s.w.t. berkata kepada Jibril: "Apakah yang mereka minta?". Jawab Jibril: "Engkau lebih mengetahui, ya Allah, mereka minta hujan." Maka nampak pada mereka awan merah sehingga mereka mengira akan turun hujan, maka dikirim kepada mereka kala-kala sebesar kaldai, yang menggigit mereka dan terasa pedih gigitan itu selama seribu tahun. Kemudian mereka minta kepada Allah s.w.t. selama seribu tahun untuk diturunkan hujan, maka nampak mereka awan yang hitam, mereka mengira bahawa itu akan hujan, tiba-tiba turun kepada mereka ular-ular sebesar leher unta, yang menggigit mereka dan gigitan itu terasa pedihnya hingga seribu tahun, dan inilah ertinya: Zidnahum adzaba fauqal adzabi. (Yang bermaksud) Kami tambahkan kepada mereka siksa diatas siksa.

                        Kerana mereka dahulu telah kafir, tidak percaya dan melanggar tuntutan Allah s.w.t., kerana itulah maka siapa yang ingin selamat dari siksaan Allah s.w.t. harus sabar sementara atas segala penderitaan dunia didalam mentaati perintah dan menjauhi larangan Allah s.w.t. dan menahan syahwat hawa nafsu sebab syurga neraka diliputi syahwat-syahwat.

                        Seorang pejungga berkata: "Dalam usia tua itu cukup pengalaman untuk mencegah orang yang tenang dari sifat kekanak-kanakan, apabila telah menyala api dirambutnya (beruban). Saya melihat seorang itu ingin hidup tenang bila dahan pohon telah menguning sesudah hijaunya. Jauhilah kawan yang busuk dan berhati-hatilah, jangan menghubunginya tetapi bila tidak dapat, maka ambil hati-hatinya, dan berkawanlah pada orang yang jujur tetapi jangan suka membantah padanya, engkau pasti akan disukai selma kau tidak membantah kepadanya. Berkawanlah dengan orang bangsawan dan yang berakhlak baik budinya."

                        Maka siapa yang berbuat baik pada orang yang tidak berbudi bererti ia telah membuang budi itu kedalam laut. Dan Allah s.w.t. mempunyai syurga yang selebar langit tetapi diputi dengan kesukaran-kesukaran.

                        Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: "Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Allah memanggil Malaikat Jibril dan menyuruhnya melihat syurga dengan segala persiapannya untuk ahlinya, maka ketika kembali berkata Jibril: Demi kemuliaanMu, tiada seorang yang mendengarnya melainkan ia akan masuk kedalamnya, maka diliputi dengan serba kesukaran, dan menyuruh Jibril kembali melihatnya, maka kembali melihatnya, kemudian ia berkata: Demi kemuliaanMu saya khuatir kalau-kalau tiada seorangpun yang masuk kedalamnya. Kemudian disuruh melihat neraka dan semua yang disediakan untuk ahlinya, maka kembali Jibril dan berkata: Demi kemuliaanMu tidak akan masuk kedalamnya orang yang telah mendengarnya, kemudian diliputi dengan kepuasan syahwatnya, dan diperintah supaya kembali melihatnya kemudian setelah dilihatnya kembali, berkatanya: Saya khuatir kalau tiada seorangpun melainkan akan masuk kedalamnya."

                        Juga Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Kamu boleh menyebut tentang neraka sesukamu, maka tiada kamu menyebut sesuatu melainkan api neraka itu jauh lebih ngeri dan lebih keras daripadanya."

                        Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Maimun bin Nahran berkata: "Ketika turun ayat (yang berbunyi) Wa inna jahannam lamau'iduhum ajma'in (yang bermaksud) Sesungguhnya neraka jahannam itu sebagai ancaman bagi semua mereka. Salman meletakkan tangan diatas kepalanya dan lari keluar selama tiga hari baru ditemuikannya.

                        Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik r.a. berkata: "Jibril datang kepada Nabi Muhammad s.a.w pada saat yang tiada biasa datang, dalam keadaan yang berubah mukanya, maka ditanya oleh Nabi Muhammad s.a.w: "Mengapa aku melihat kau berubah muka?" Jawab Jibril: "Ya Muhammad, aku datang kepadamu pada saat dimana Allah menyuruh supaya dikobarkan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui  bahawa neraka jahannam itu benar, siksa kubur itu benar, siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripadanya." Lalu Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Ya Jibril, jelaskan kepadaku sifat jahannam." Jawabnya: "Ya, ketika Allah menjadikan jahannam maka dinyalakan selama seribu tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun hingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yang mengutuskan engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum nescaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya. Demi Allah yang mengutuskan engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung diantara langit dan bumi nescaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan baranya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yang disebut Allah dalam Al-Quran itu diletakkan diatas bukit nescaya akan cair sampai kebawah bumi yang ketujuh. Demi Allah yang mengutusmu dengan hak, andaikan seorang dihujung barat tersiksa nescaya akan terbakar orang-orang yang dihujung timur kerana sangat panasnya, jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi dan minumannya air panas campur nanah dan pakaiannya potongan api. Api neraka itu ada mempunyai tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bagian yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan."

                        Nabi Muhammad s.a.w bertanya: "Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah-rumah kami?" Jawabnya: "Tidak, tetapi selalu terbuka, setangahnya dibawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan tujuh puluh ribu tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain tujuh puluh ribu tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain tujuh puluh kali ganda, maka digiring kesana musuh-musuh Allah s.w.t. sehingga bila telah sampai kepintunya disambut oleh malaikat-malaikat Zabaniyah dengan rantai dan belenggu, maka rantai itu dimasukkan kedalam mulut mereka hingga tembus kepantat, dan diikat tangan kirinya kelehernya, sedang tangan kanannya dimasukkan dalam dada dan tembus kebahunya, dan tiap-tiap manusia itu digandeng dengan syaitannya lalu diseret tersungkur mukanya sambil dipukul oleh para malaikat dengan pukul besi, tiap mereka ingin keluar kerana sangat risau, maka ditanamkan kedalamnya."

                        Nabi Muhammad s.a.w bertanya lagi: "Siapakah penduduk masing-masing pintu itu?" Jawabnya: "Pintu yang terbawah untuk orang-orang munafiq, orang-orang yang kafir setelah diturunkan hidangan mujizat Nabi Isa a.s. serta keluarga Firaun sedang namanya Alhawiyah. Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim, pintu ketiga tempat orang-orang shobi'in bernama Saqar. Pintu keempat tempat iblis laknatullah dan pengikutnya dari kaum Majusi bernama Ladha, pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah. Pintu keenam tempat orang-orang kristien (Nasara) bernama Sa'ie."

                        Kemudian Jibril diam segan pada Nabi Muhammad s.a.w sehingga Nabi Muhammad s.a.w bertanya: "Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ketujuh?" Jawab Jibril: "Didalamnya orang-orang yang berdosa besar dari ummatmu yang sampai mati belum sempat bertaubat." Maka Nabi Muhammad s.a.w jatuh pengsan ketika mendengar keterangan Jibril itu, sehingga Jibril meletakkan kepala Nabi Muhammad s.a.w dipangkuan Jibril sehingga sedar kembali, dan ketika sudah sedar Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Ya Jibril, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummatku yang akan masuk neraka?" Jawab Jibril: "Ya, iaitu orang yang berdosa besar dari ummatmu."

                        Kemudian Nabi Muhammad s.a.w menangis, Jibril juga menangis, kemudian Nabi Muhammad s.a.w masuk kedalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang kemudian masuk kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah s.w.t., dan pada hari ketiga datang Abu Bakar r.a. kerumah Nabi Muhammad s.a.w mengucapkan: "Assalamu'alaikum yang ahla baiti rahmah. apakah dapat bertemu kepada Nabi Muhammad s.a.w?" Maka tidak ada yang menjawabnya, sehingga ia menepi untuk menangis, kemudian Umar datang dan berkata: "Assalamu'alaikum ya ahla baiti rahmah, apakah dapat bertemu dengan Rasulullah s.a.w?" Dan ketika tidak mendapat jawapan dia pun menepi dan menangis, kemudian datang Salman Alfarisi dan berdiri dimuka pintu sambil mengucapkan: "Assalamu'alaikum ya ahla baiti rahmah, apakah dapat bertemu dengan Junjunganku Rasulullah s.a.w.?" Dan ketika tidak mendapat jawapan, dia menangis sehingga jatuh dan bangun, sehingga sampai kerumah Fatimah r.a. dan dimuka pintunya ia mengucapkan: "Assalamu'alaikum hai puteri Rasulullah s.a.w."Kebetulan pada masa itu Ali r.a. tiada dirumah, lalu bertanya: "Hai puteri Rasulullah, sesungguhnya Rasulullah s.a.w. telah beberapa hari tidak keluar kecuali untuk sembahyang dan tidak berkata apa-apa kepada orang dan juga tidak mengizinkan orang-orang bertemu dengannya." Maka segeralah Fatimah memakai baju yang panjang dan pergi sehingga apabila beliau sampai kedepan muka pintu rumah Rasulullah s.a.w. dan memberi salam sambil berkata: "Saya Fatimah, ya Rasulullah." Sedang Rasulullah s.a.w. bersujud sambil menangis, lalu Rasulullah s.a.w. mengangkat kepalanya dan bertanya: "Mengapakah kesayanganku?" Apabila pintu dibuka maka masuklah Fatimah kedalam rumah Rasulullah s.a.w. dan ketika melihat Rasulullah s.a.w. menangislah ia kerana melihat Rasulullah s.a.w. pucat dan sembam muka kerana banyak menangis dan sangat sedih, lalu ia bertanya: "Ya Rasulullah, apakah yang menimpamu?" Jawab Rasulullah s.a.w.: "Jibril datang kepadaku dan menerangkan sifat-sifat neraka jahannam dan menerangkankan bahawa bahagian yang paling atas dari semua tingkat neraka jahannam itu adalah untuk umatku yang berbuat dosa-dosa besar, maka itulah yang menyebabkan aku menangis dan berduka cita." Fatimah bertanya lagi: "Ya Rasulullah, bagaimana caranya masuk?" Jawab Rasulullah s.a.w.: "Diiring oleh Malaikat keneraka, tanpa dihitamkan muka juga tidak biru mata mereka dan tidak ditutup mulut mereka dan tidak digandingkan dengan syaitan, bahkan tidak dibelenggu atau dirantai." Ditanya Fatimah lagi: "Lalu bagaimana cara Malaikat menuntun mereka?" Jawab Rasulullah s.a.w.: "Adapun kaum lelaki ditarik janggutnya sedangkan yang perempuan ditarik rambutnya, maka beberapa banyak dari orang-orang tua dari ummatku yang mengeluh ketika diseret keneraka: Alangkah tua dan lemahku, demikian juga yang muda mengeluh: Wahai kemudaanku dan bagus rupaku, sedang wanita mengeluh: Wahai alangkah maluku sehingga dibawa Malaikat Malik., dan ketika telah dilihat oleh Malaikat Malik lalu bertanya: "Siapakah mereka itu, maka tidak pernah saya dapatkan orang yang akan tersiksa seperti orang-orang ibi, muka mereka tidak hitam, matanya tidak biru, mulut mereka juga tidak tertutup dan tidak juga diikat bersama syaitannya, dan tidak dibelenggu atau dirantai leher mereka? Jawab Malaikat: "Demikianlah kami diperintahkan membawa orang-orang ini kepadamu sedemikian rupa." Lalu ditanya oleh Malaikat Malik: "Siapakah wahai orang-orang yang celaka?" 

                        Dalam lain riwayat dikatakan ketika mereka diiring oleh Malaikat Malik selalu memanggil: "Wa Muhammad." tetapi setalh melihat muka Malaikat Malik lupa akan nama Rasulullah s.a.w. kerana hebatnya Malaikat Malik, lalu ditanya: "Siapakah kamu?" Jawab mereka: "Kami ummat yang dituruni Al-Quran dan kami telah puasa bulan Ramadhan." Lalu Malaikat Malik berkata: "Al-Quran tidak diturunkan kecuali kepada ummat Rasulullah s.a.w.." Maka ketika itu mereka menjerit: "Kami ummat Nabi Muhammad s.a.w" Maka Malaikat Malik bertanya: "Tidakkah telah ada larangan dalam Al-Quran dari ma'siyat terhadap Allah subha nahu ta'ala." Dan ketika berada ditepi neraka jahannam dan diserahkan kepada Malaikat Zabaniyah, mereka berkata: "Ya Malik, diizinkan saya akan menangis." Maka diizinkan, lalu mereka menangis sampai habis airmata, kemudian menangis lagi dengan darah, sehingga Malaikat Malik berkata: "Alangkah baiknya menangis ini andaikata terjadi didunia kerana takut kepada Allah s.w.t., nescaya kamu tidak akan disentuh oleh api neraka pada hari ini, lalu Malaikat Malik berkata kepada Malaikat Zabaniyah: "Lemparkan mereka kedalam neraka." dan bila telah dilempar mereka serentak menjerit: "La illaha illallah." maka surutlah api neraka, Malaikat Malik berkata: "Hai api, sambarlah mereka." Jawab api: "Bagaimana aku menyambar mereka, padahal mereka menyebut La illaha illallah." Malaikat Malik berkata: "Demikianlah perintah Tuhan Rabbul arsy." maka ditangkaplah mereka oleh api, ada yang hanya sampai tapak kaki, ada yang sampai kelutut, ada yang sampai kemuka. Malaikat Malik berkata: "jangan membakar muka mereka kerana kerana mereka telah lama sujud kepada Allah s.w.t., juga jangan membakar hati mereka kerana mereka telah haus pada bulan Ramadhan." Maka tinggal dalam neraka beberapa lama sambil menyebut: "Ya Arhamar Rahimin, Ya Hannan, Ya Mannan." 


                          Kemudian bila telah selesai hukuman mereka, maka Allah s.w.t.memanggil Jibril dan bertanya: "Ya Jibril, bagaimanakah keadaan orang-orang yang maksiat dari ummat Nabi Muhammad s.a.w?" Jawab Jibril: "Ya Tuhan, Engkau lebih mengetahui." Lalu diperintahkan: "Pergilah kau lihatkan keadaan mereka." Maka pergilah Jibril a.s. kepada Malaikat Malik yang sedang duduk diatas mimbar ditengah-tengah jahannam. Ketika Malaikat Malik melihat Jibril segera ia bangun hormat dan berkata: "Ya Jibril, mengapakah kau datang kesini?" Jawab Jibril: "Bagaimanakah keadaan rombongan yang maksit dari ummat Rasulullah s.a.w.?" Jawab Malaikat Malik: "Sungguh ngeri keadaan mereka dan sempit tempat mereka, mereka telah terbakar badan dan daging mereka kecuali muka dan hati mereka masih berkilauan iman."Jibril berkata: "Bukalah tutup mereka supaya saya dapat melhat mereka." Maka Malaikat Malik menyuruh Malaikat Zabaniyah membuka tutup mereka dan ketika mereka melihat Jibril mereka mengerti bahawa ini bukan Malaikat yang menyiksa manusia, lalu mereka bertanya: "Siapakah hamba yang sangat bagus rupanya itu?" Jawab Malaikat Malik: "Itu Jibril yang biasa membawa wahyu kepada Nabi Muhammad s.a.w." Ketika mereka mendengar nama Nabi Muhammad s.a.w. maka serentaklah mereka menjerit: "Ya Jibril, sampaikan salam kami kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan beritakan bahawa maksiat kamilah yang memisahkan kami dengannya serta sampaikan keadaan kami kepadanya." Maka kembalilah Jibril menghadap kepada Allah s.w.t. lalu ditanya: "Bagaimana kamu melihat ummat Muhammad?" Jawab Jilril: "Ya Tuhan, alangkah jeleknya keadaan mereka dan sempit tempat mereka." Lalu Allah s.w.t. bertanya lagi: "Apakah mereka minta apa-apa kepadamu?" Jawab Jibril: "Ya, mereka minta disampaikan salam mereka kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan diberitakan kepadanya keadaan mereka." Maka Allah s.w.t. menyuruh Jibril menyampaikan semua pesanan itu kepada Nabi Muhammad s.a.w. yang tinggal dalam khemah dari permata yang putih, mempunyai empat ribu buah pintu dan tiap-tiap pintu terdapat dua daun pintu dari emas, maka berkata Jibril: Ya Muhammad, saya datang kepadamu dari rombongan orang-orang yang derhaka dari ummatmu yang masih tersiksa dalam neraka, mereka menyampaikan salam kepadamu dan mengeluh bahawa keadaan mereka sangat jelek dan sangat sempit tempat mereka." Maka pergilah Nabi Muhammad s.a.w. kebawah arsy dan bersujud dan memuji Allah s.w.t. dengan ucapan yang tidak pernah diucapkan oleh seorang makhlukpun sehingga Allah s.w.t. menyuruh Nabi Muhammad s.a.w.: "Angkatlah kepalamu dan mintalah nescaya akan diberikan, dan ajukan syafa'atmu pasti akan diterima." Maka Nabi Muhammad s.a.w. berkata: "Ya Tuhan, orang-orang yang durhaka dari ummatku telah terlaksana pada mereka hukumMu dan balasanMu, maka terimalah syafa'atku." Allah s.w.t. berfirman: "Aku terima syafa'atmu terhadap mereka, maka pergilah keneraka dan keluarkan daripadanya orang yang pernah mengucap Laa ilaha illallah." Maka pergilah Nabi Muhammad s.a.w. keneraka dan ketika dilihat oleh Malaiakt Malik, maka segera ia bangkit hormat lalu ditanya: "Hai Malik, bagaimanakah keadaan ummatku yang durhaka?" Jawab Malaikat Malik: "Alangkah jeleknya keadaan mereka dan sempit tempat mereka." Maka diperintahkan membuka pintu dan angkat tutupnya, maka apabila orang-orang didalam neraka itu melihat Nabi Muhammad s.a.w. maka mereka menjerit serentak: "Ya Nabi Muhammad s.a.w., api neraka telah membakar kulit kami." Maka dikeluarkan semuanya berupa arang, lalu dibawa mereka kesungai dimuka pintu syurga yang bernama Nahrulhayawan, dan disana mereka mandi kemudian keluar sebagai orang muda yang gagah, elok, cerah matanya sedangkan wajah mereka bagaikan bulan dan tertulis didahi mereka Aljahanamiyun atau orang-orang jahannam yang telah dibebaskan oleh Allah s.w.t.. Dari neraka kemudiannya mereka masuk kesyurga, maka apabila orang-orang neraka itu melihat kaum muslimin telah dilepaskan dari neraka, mereka berkata: "Aduh, sekiranya kami dahulu Islam tentu kami dapat keluar dari neraka."

                        Allah s.w.t. berfirman: "Rubama yawaddul ladzina kafaruu lau kanu muslimin." (Yang bermaksud) "Pada suatu saat kelak orang-orang kafir ingin andaikan mereka menjadi orang Muslim."

                        Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Pada hari kiamat kelak akan didatangkan maut itu berupa kambing kibas putih hitam, lalu dipanggil orang-orang syurga dan ditanya: "Apakah kenal manut?" Maka mereka melihat dan mengenalnya, demikian pula ahli neraka ditanya: "Apakah kenal maut?" Mereka melihat dan mengenalnya, kemudian kambing itu disembelih diantara syurga dan neraka, lalu diberitahu: "Hai ahli syurga kini kekal tanpa mati, hai ahli neraka kini kekal tanpa mati." Demikianlah ayat: Wa andzirhum yaumal hasrati idz qudhiyal amru (Yang bermaksud) Peringatkanlah mereka akan hari kemenyesalan ketika maut telah dihapuskan."

                        Abu Hurairah r.a. berkata: "Janganlah gembira seorang yang lacur dengan suatu nikmat kerana dibelakangnya ada yang mengejarnya iaitu jahannam, tiap-tiap berkurang ditambah pula nyalanya."


Sunday, March 17, 2013

Al Quran pada kromosom

http://sphotos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/249247_10151300141670180_1519529870_n.jpg


Seorang ilmuwan yang penemuannya sehebat Gallileo, Newton dan Einstein yang berhasil membuktikan tentang Penyambung antara Alquran dan rancang Struktur Tubuh Manusia adalah Dr. Ahmad Khan.Dia adalah lulusan Summa Cumlaude dari Universiti Duke. Walaupun ia ilmuwan muda, menumpukan kerjanya hanya untuk Allah dan untuk penelitian genetiknya. Ruangan kerjanya yang dihiasi kaligrafi, Kertas-Kertas penghargaan, tumpukan buku-buku kumal dan Kitab Suci yang Sering dibukanya, menunjukkan bahwa ia merupakan Gabung dari ilmuwan dan pecinta Kitab Suci.

Salah satu penemuannya yang AGAMA Dunia Sains Pengetahuan adalah ditemukannya maklumat lain Selain pembinaan Polipeptida yang ditegakkan dari DNA. Ayat pertama yang menggalakkan penelitiannya adalah Surat "Fussilat" ayat 53 yang juga dikuatkan dengan hasil-hasil penemuan Profesor Keith Moore ahli embriologi dari Kanada. Penemuanny tersebut diilhami ketika Khatib pada waktu solat Jumaat membacakan salah satu ayat yang ada kaitan dengan Sains biologi. Bunyi ayat tersebut adalah sebagai berikut: "... Sanuriihim ayatinaa filafaaqi wa Wayar anfusihim Hatta yatabayyana lahum annahu ul-haqq ..."

Yang Artinya; "Kemudian Kami akan tunjukkan Penanda-Penanda kekuasaan kami pada alam dan dalam diri mereka, sampai jelas bagi mereka bahwa ini adalah kebenaran".
Hipotesis awal yang diajukan Dr Ahmad Khan adalah kata "ayatinaa" yang memiliki MAKNA "Ayat Allah", dijelaskan oleh Allah bahwa Penanda-Penanda kekuasaanNya ada juga dalam diri Manusia. Menurut Ahmad Khan ayat-ayat Allah ada juga dalam DNA (Deoxy Nucleotida Asid) Manusia.

Lebih lagi ia beranggapan bahwa ada kemungkinan ayat Alquran merupakan bahagian dari gen Manusia. Dunia Dalam biologi dan Genetik Dikenali banyaknya DNA yang Hadir tanpa memproduksi protein sama sekali. Area tanpa produksi ini disebut Junk DNA atau DNA Sampah. Kenyataannya DNA tersebut menurut Ahmad Khan jauh sekali dari MAKNA Sampah. Menurut hasil hasil risetnya, Junk DNA tersebut merupakan untaian firman-firman Allah sebagai pencipta serta sebagai Penanda kebesaran Allah bagi kaum yang istri. SEBAGAIMANA disindir oleh Allah; Afala tafakaruun (Adakah kamu tidak mau bertafakur atau menggunakan Berakal Pikiran?).

Setelah bekerjasama dengan adiknya yang bernama Imran, Seorang yang ahli dalam analisis sistem, makmal genetiknya mendapatkan Projek dari pemerintah. Projek tersebut awalnya ditujukan untuk meneliti gen Kecerdikan pada Manusia. Dengan kerja kerasnya Ahmad Khan berupaya untuk menemukan Huruf Arab yang mungkin dibentuk dari Rantai Kodon pada cromosome Manusia. Sampai Gabung tersebut Menghasilkan ayat-ayat Alquran. Akhirnya pada tanggal 2 Januari tahun 1999 pukul 2 pagi, ia menemukan ayat yang pertama "Bismillahir Rahman ir Rahiim. Iqra bismirrabbika ladzi Khalq ";" bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan ". Ayat tersebut adalah awal dari surat Al-A'laq yang merupakan surat pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad di Gua Hira. Anehnya setelah penemuan ayat pertama tersebut ayat lain Appear satu persatu secara cepat. Sampai sekarang ia telah berhasil menemukan 1/10 ayat Alquran.

Dalam wawancara yang Petikan "Ummi" edisi 6/X/99, Ahmad Khan menyatakan: "Saya yakin penemuan ini luar biasa, dan saya mempertaruhkan karier saya untuk ini. Saya membicarakan penemuan saya dengan dua rekan saya; Clive dan Martin Seorang ahli Genetik yang selama ini sinis terhadap Islam. Saya menyurati dua ilmuwan lain yang selama ini selalu Alergi terhadap Islam yaitu Dan Larhammar dari Universiti Uppsala Sweden dan Aris Dreisman dari Universiti Berlin.

Ahmad Khan kemudian menghimpun penemuan-penemuannya dalam beberapa helai Kertas yang banyak memuatkan kod-kod Genetik Rantai kodon pada cromosome Manusia yaitu; T, C, G, dan Nucleotida kod A Masing-masing akan Menghasilkan Huruf Arab yang apabila dirangkai akan menjadi firman Allah yang sangat mengagumkan.

"Kemudian Kami akan tunjukkan Penanda-Penanda kekuasaan kami pada alam dan dalam diri mereka, sampai jelas bagi mereka bahwa ini adalah kebenaran". (QS Al Fussilat: 53)
Subhanallah, Allahu Akbar
Wallahu a'lam
Dr Ahmad Khan - "Alquran dan Genetik",

Saturday, February 9, 2013

Kisah disebalik pengharaman anjing

Anjing dan babi. Anjing dan babi adalah binatang yang dikategorikan sebagai najis mukhallazoh (berat), untung menghilangkan najis ini mestilah dibasuh dengan 1 kali dengan air tanah dan 6 kali dengan air mutlak.

Hujah dari jawapan tersebut ialah tiada dalil Al-Quran dan hadis yang mengharamkan menyentuh binatang tersebut. Hanya ada dalil yang mengharamkan kita memakan binatang anjing, babi dan keturunannya. Dalil yang mengharamkan memakan anjing dan babi ialah :

Firman Allah yang bermaksud :

“Katakanlah (Wahai Muhammad): "Aku tidak dapati Dalam apa Yang telah diwahyukan kepadaku, sesuatu Yang diharamkan bagi orang Yang hendak memakannya melainkan kalau benda itu bangkai, atau darah Yang mengalir, atau daging babi - kerana Sesungguhnya ia adalah kotor - atau sesuatu Yang dilakukan secara fasik, Iaitu binatang Yang disembelih atas nama Yang lain dari Allah". kemudian sesiapa Yang terpaksa (memakannya kerana darurat) sedang ia tidak mengingininya dan tidak melampaui batas, maka Sesungguhnya Tuhan mu Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.” (Al-An’am : 145)

Firman Allah yang bermaksud :

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan kepada kamu memakan bangkai, dan darah, dan daging babi, dan binatang-binatang Yang disembelih tidak kerana Allah maka sesiapa terpaksa (memakannya kerana darurat) sedang ia tidak mengingininya dan tidak pula melampaui batas (pada kadar benda Yang dimakan itu), maka tidaklah ia berdosa. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani." (Al-Baqarah : 173)

Dan haram bagi seorang muslim memelihara anjing sebagai satu hobi atau binatang peliharaan.

Nabi Muhammad SAW bersabda: Sesiapa yang memelihara anjing bukan untuk menjaga tanaman atau berburu maka akan berkurangan daripada pahala amalan hariannya sebanyak satu qirat setiap hari. (riwayat Muslim dari Abu Hurairah dan Ibnu Umar)

Qirat dijelaskan dalam hadis lain riwayat Muslim dari Tsauban: “Qirat itu umpama sebesar bukit Uhud”. Malah dalam hadis lain yang muttafaq ‘alaih (diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim) dari Ibnu Umar: “…sebanyak dua Qirat”.

Jika difikirkan memang logik untuk menghindarkan diri daripada memegang/memelihara binatang2 ini tanpa tujuan kerana jika kita memelihara anjing sebagai haiwan peliharaan, sudah pasti tidak dapat mengelakkan diri daripada dijilat oleh anjing tersebut. Sedangkan setiap kali dijilat dikira najis mughallazah (berat).

Jadi, ia akan mengurangkan masa kita untuk melakukan ibadah lain kerana terikat dengan prosedur menyucikan diri dan tempat daripada najis mughallazah khususnya untuk solat lima kali sehari. Atau kita menjadi malas lalu mengabaikan status najis mughallazah yang perlu disucikan dengan tujuh kali air mutlak, yang pertama bercampur tanah yang suci.

Bayangkan rumah-rumah kita pada hari ini – bagaimana untuk mendapatkan tanah yang suci? Akan tetapi jika diabaikan, solat anda tidak sah pula.

Satu hadis yang diriwayatkan oleh Darqutni dan Hakim dinyatakan bahawa Rasulullah SAW pernah menolak jemputan satu kaum yang membela anjing untuk datang ke rumah mereka.

Apabila ditanya, baginda menjawab kerana dalam rumah mereka ada anjing. Sebaliknya baginda menerima jemputan kaum yang membela kucing. Apabila ditanya, baginda menjawab, “kerana kucing itu bukan najis”.

Lalu para sahabat baginda mengambil kesimpulan daripada hadis ini bahawa baginda menolak jemputan mereka yang membela anjing kerana bimbang terkena najis terutamanya air liur daripada jilatannya.

Terdapat juga hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah bahawa Nabi SAW bersabda: Malaikat tidak akan menemani seseorang yang berada di suatu tempat yang terdapat anjing dan juga loceng.

Dalam hadis lain, Nabi SAW bersabda: Sesungguhnya malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing atau gambar. (muttafaq ‘alaih- diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim) dari Ali.

KAJIAN SAINTIFIK
Dapatan kajian menunjukkan anjing biasanya sentiasa terkena jangkitan pelbagai jenis cecacing parasit yang menjadi perumah di dalam tubuhnya dan juga di bahagian luar seperti kulit dan bulunya.

Contoh cacing yang biasa didapati pada anjing ialah Toxocara canis yang membiak di dalam perutnya dan terdapat pada najisnya. Menyentuh dan membelai-belai anjing boleh menyebabkan perpindahan cacing jenis ini kepada manusia.

Seorang doktor haiwan dari Somerset, Ian Wright, melaporkan di dalam Jurnal New Scientist bahawa ia boleh mengakibatkan ‘toxocariasis’ yang boleh mengancam daya penglihatan manusia. Beliau mendapati purata 180 biji telur cacing pada setiap gram bulu anjing. Satu kuantiti yang lebih tinggi daripada jumlah telur cacing yang didapati dalam satu gram tanah.

Wednesday, January 9, 2013

ASAL MANUSIA DARIPADA TANAH KEPADA TANAH AKAN DIKEMBALIKAN


ASAL MANUSIA DARIPADA TANAH KEPADA TANAH AKAN DIKEMBALIKAN


Allah Yang Maha Kuasa berfirman “Maha Suci Allah, yang telah menciptakan segala sesuatu berpasangan-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan dari bumi, dan dari diri mereka sendiri mahupun dari apa yang mereka tidak ketahui”[Yaasiin 36:36].

Nabi Muhammad (SAW) bersabda “Sesungguhnya, Allah telah menciptakan Adam dari segenggam tanah yang Allah ambil dari semua bahagian bumi; Oleh itu, anak-anak Adam datang ke bumi mengikut keseluruhan bahagian bumi tersebut , di antaranya ada yang berwarna merah, putih, hitam & lainnya di pertengahan, dan ada yang lembut, yang sedih, yang buruk dan baik “[Rujuk kitab Hadith Sahih].

Kini analisis sains yang di buat mendedahkan bahawa tubuh manusia itu terbentuk dari bahagian yang sama dari bumi seperti:-
a) air,
b) karbohidrat,
c) protein,
d) minyak,
e) vitamin,
f) hormon klorin,
g) perak,
h) fosfor,
i) kapur,
j) kalium,
k) natrium,
l) besi,
m) tembaga,
n) iodin dan mineral-mineral yang lain.

Semua mineral ini bersama membentuk pelbagai bahagian tubuh manusia. Mereka umumnya terbentuk di dalam tubuh manusia berdasarkan pembahagian yang tetap, stabil dan tepat. Hanya Allah Maha Pencipta yang mengetahui segala rahsia bagaimana mereka datang bersama-sama dan melakukan tugas seperti itu.

Ditemui bahawa jika mineral yang ada dalam pembentukan tubuh manusia dicerakinkan & dibentuk semula, ia akan memberikan kita benda-benda berikut: sekotak kapur tulis, sekotak mancis api, paku kecil, sedikit garam dan beberapa bahan lain yang tidak bernilai.

Namun, nilai kewangan bagi semua benda-benda tersebut tidak melebihi sepuluh Riyal. Bolehkah dipercayai bahawa nilai kewangan sebahagian besar tubuh manusia tidak melebihi sepuluh Riyal? Ianya juga akan bererti bahawa pakaian manusia atau jam tangannya lebih berharga daripada dirinya sendiri!! Bukankah begitu?

Oleh itu, apakah nilai sebenar seorang Manusia? Nilai universal yang banyak masuk ke dalam proses kejadian manusia tidak dapat disamakan dengan apa-apa pun; Begitujuga nilai sebenar seorang Manusia selepas proses pembentukan tubuh manusia.

Ada sebahagian masyarakat menjadikan manusia umpama sebuah mesin. Untuk menyamakan manusia dengan mesin bererti merendahkan nilai dirinya.

Sebuah benda harus dibandingkan dengan benda lain yang serupa dengannya. Jika tidak, seekor biri-biri atau unta akan lebih berharga dari manusia. Tetapi Islam memberikan status yang tinggi kepada Manusia dan mengangkatnya di atas melebehi ukuran-ukuran materialistik kita.

Buktinya terdapat dalam Al-Qur’an sebagaimana firman Allah SWT: “Dan sungguh telah Kami memuliakan Bani Adam, dan Kami telah menyediakan bagi mereka pengangkutan di daratan dan di lautan;dan Kami telah memberikan mereka rezeki yang baik-baik, dan Kami telah mengutamakan mereka atas kebanyakan dari makhluk yang telah Kami ciptakan dengan keutamaan yang banyak.”[Al-Israa' 17-70].

Di dalam ayat lain Allah berfirman:”Dan sungguh Kami telah menciptakan kamu, lalu Kami membentuk rupa kamu, kemudian Kami berfirman kepada para malaikat:”Sujudlah kamu kepada Adam,”, lalu mereka sujud kecuali iblis,ia (iblis) tidaklah termasuk mereka yang sujud. (Allah) berfirman:”Apakah yang menghalangmu dari bersujud ketika aku memerintahkan kepada kamu?”, Ia (iblis) berkata:”Aku lebih baik darinya(Adam), Engkau telah ciptakan aku dari api dan Engkau telah ciptakan dia (Adam) dari tanah.”[Al-A'raaf 7:11-12] .

Oleh kerana itu, kita harus menghormati manusia, kerana Allah telah menjadikan malaikat untuk sujud kepadanya. Allah telah memberi penghormatan kepada manusia, oleh karena itu kita tidak harus merendahkan/menghina manusia.

Sumber: “Tidakkah engkau melihat ke dalam dirimu sendiri?”,

oleh Anas bin Abdul Hamid Elgoze.

Dengan ehsan:science4islam.com

Disalin dengan sedikit ubahsuai dari : http://assabiel.com/?p=2070

Sesungguhnya orang yang beriman itu ialah orang yang apabila disebutkan Allah akan gementar hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya (ayat-ayat Allah) akan bertambahlah iman mereka, dan kepada Rab (Tuhan) mereka bertawakal. ( Surah an-Anfal : Ayat 2 )



Allah Yang Maha Kuasa berfirman “Maha Suci Allah, yang telah menciptakan segala sesuatu berpasangan
-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan dari bumi, dan dari diri mereka sendiri mahupun dari apa yang mereka tidak ketahui”[Yaasiin 36:36].

Nabi Muhammad (SAW) bersabda “Sesungguhnya, Allah telah menciptakan Adam dari segenggam tanah yang Allah ambil dari semua bahagian bumi; Oleh itu, anak-anak Adam datang ke bumi mengikut keseluruhan bahagian bumi tersebut , di antaranya ada yang berwarna merah, putih, hitam & lainnya di pertengahan, dan ada yang lembut, yang sedih, yang buruk dan baik “[Rujuk kitab Hadith Sahih].

Kini analisis sains yang di buat mendedahkan bahawa tubuh manusia itu terbentuk dari bahagian yang sama dari bumi seperti:-
a) air,
b) karbohidrat,
c) protein,
d) minyak,
e) vitamin,
f) hormon klorin,
g) perak,
h) fosfor,
i) kapur,
j) kalium,
k) natrium,
l) besi,
m) tembaga,
n) iodin dan mineral-mineral yang lain.

Semua mineral ini bersama membentuk pelbagai bahagian tubuh manusia. Mereka umumnya terbentuk di dalam tubuh manusia berdasarkan pembahagian yang tetap, stabil dan tepat. Hanya Allah Maha Pencipta yang mengetahui segala rahsia bagaimana mereka datang bersama-sama dan melakukan tugas seperti itu.

Ditemui bahawa jika mineral yang ada dalam pembentukan tubuh manusia dicerakinkan & dibentuk semula, ia akan memberikan kita benda-benda berikut: sekotak kapur tulis, sekotak mancis api, paku kecil, sedikit garam dan beberapa bahan lain yang tidak bernilai.

Namun, nilai kewangan bagi semua benda-benda tersebut tidak melebihi sepuluh Riyal. Bolehkah dipercayai bahawa nilai kewangan sebahagian besar tubuh manusia tidak melebihi sepuluh Riyal? Ianya juga akan bererti bahawa pakaian manusia atau jam tangannya lebih berharga daripada dirinya sendiri!! Bukankah begitu?

Oleh itu, apakah nilai sebenar seorang Manusia? Nilai universal yang banyak masuk ke dalam proses kejadian manusia tidak dapat disamakan dengan apa-apa pun; Begitujuga nilai sebenar seorang Manusia selepas proses pembentukan tubuh manusia.

Ada sebahagian masyarakat menjadikan manusia umpama sebuah mesin. Untuk menyamakan manusia dengan mesin bererti merendahkan nilai dirinya.

Sebuah benda harus dibandingkan dengan benda lain yang serupa dengannya. Jika tidak, seekor biri-biri atau unta akan lebih berharga dari manusia. Tetapi Islam memberikan status yang tinggi kepada Manusia dan mengangkatnya di atas melebehi ukuran-ukuran materialistik kita.

Buktinya terdapat dalam Al-Qur’an sebagaimana firman Allah SWT: “Dan sungguh telah Kami memuliakan Bani Adam, dan Kami telah menyediakan bagi mereka pengangkutan di daratan dan di lautan;dan Kami telah memberikan mereka rezeki yang baik-baik, dan Kami telah mengutamakan mereka atas kebanyakan dari makhluk yang telah Kami ciptakan dengan keutamaan yang banyak.”[Al-Israa' 17-70].

Di dalam ayat lain Allah berfirman:”Dan sungguh Kami telah menciptakan kamu, lalu Kami membentuk rupa kamu, kemudian Kami berfirman kepada para malaikat:”Sujudlah kamu kepada Adam,”, lalu mereka sujud kecuali iblis,ia (iblis) tidaklah termasuk mereka yang sujud. (Allah) berfirman:”Apakah yang menghalangmu dari bersujud ketika aku memerintahkan kepada kamu?”, Ia (iblis) berkata:”Aku lebih baik darinya(Adam), Engkau telah ciptakan aku dari api dan Engkau telah ciptakan dia (Adam) dari tanah.”[Al-A'raaf 7:11-12] .

Oleh kerana itu, kita harus menghormati manusia, kerana Allah telah menjadikan malaikat untuk sujud kepadanya. Allah telah memberi penghormatan kepada manusia, oleh karena itu kita tidak harus merendahkan/menghina manusia.

Sumber: “Tidakkah engkau melihat ke dalam dirimu sendiri?”,

oleh Anas bin Abdul Hamid Elgoze.

Dengan ehsan:science4islam.com

Disalin dengan sedikit ubahsuai dari : http://assabiel.com/?p=2070

Sesungguhnya orang yang beriman itu ialah orang yang apabila disebutkan Allah akan gementar hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya (ayat-ayat Allah) akan bertambahlah iman mereka, dan kepada Rab (Tuhan) mereka bertawakal. ( Surah an-Anfal : Ayat 2 )

Thursday, January 3, 2013

ORANG MUKMIN SALING MENYAYANGI LAKSANA SATU TUBUH



ORANG MUKMIN SALING MENYAYANGI LAKSANA SATU TUBUH



Dari An-Nu’man bin Basyir, dia mengatakan: Rasulullah SAW bersabda: Engkau lihat orang-orang mukmin dalam hal saling menyayangi, saling mencintai dan saling berbelas kasihan, adalah laksana satu tubuh, jika salah satu anggotanya menderita, maka seluruh tubuh akan merasa susah untuk tidur dan demam. (HR. Bukhari-Kitab Adab)


Fakta Ilmiah:

Penyelidekan-penyelidekan moden yang intensif dan berterusan telah mengungkap fakta yang mengkagumkan mengenai interaksi antara organ-organ tubuh manusia ketika diancam bahaya seperti kecederaan atau sakit. Kajian juga menemui strategi dan tindakbalas fungsi yang diambil oleh organ-organ diseluruh tubuh setiap kali apabila salah satu organ menderita akibat cedera atau sakit, dan tindakbalas ini berbeza-beza mengikut keadaan kecederaan.

Apabila saja jangkitan atau kecederaan berlaku, pusat deria mula menghubungi pusat-pusat kawalan dan pengawasan di hipotalamus. Panggilan ini merangsang pada kelenjar pituitari untuk merembeskan hormon yang merangsang pula kepada seluruh kelenjar endokrin untuk mengeluarkan hormon mereka, yang mendesak semua organ tubuh untuk menyelamatkan organ tubuh yang terancam tersebut.

Oleh kerana itu, ia adalah suatu aduan yang nyata, dan panggilan yang benar , bukannya satu metafora. Panggilan ini bererti bahawa setiap bahagian dari tubuh menggunakan tenaga paling tinggi untuk menyelamatkan bahagian tubuh yang terancam. Jantung, contohnya, mula berdegup lebih cepat untuk membantu darah beredar dan mencapai organ yang terluka.

Pada masa yang sama, pembuluh darah di organ terluka akan menguncup, sedangkan saluran darah di bahagian tubuh yang lain mengembang untuk menghantar jumlah tenaga, oksigen, antibodi, hormon, dan asid amino yang diperlukan ke bahagian yang terluka untuk membantu melawan jangkitan atau kecederaan dan untuk menyembuhkannya dengan cepat.

Tubuh mulai menjadi lemah,akibat memecah sebahagian daripada lemak dan protein yang disimpan, bagi memberikan bantuan pada organ yang terluka. Proses ini berterusan sehingga reda proses penyelamat iaitu di saat kecederaan atau penyakit terkawal, dan tisu dan sel yang terkena jangkitan/cedera dapat disembuhkan.

Panggilan dari bahagian terluka atau dijangkiti menyerupai panggilan nyata untuk bantuan; tempat yang tercedera mengeluarkan denyutan saraf ke pusat-pusat deria dan pengawasan dari otak; Malah, beberapa zat kimia dilepaskan semasa titisan pertama tumpahan darah atau ketika suatu tisu terkoyak. Kemudian, semua organ tubuh bertindakbalas untuk memberikan bantuan untuk organ yang tercedera/dijangkiti bersesuaian dengan keadaan kecederaan atau penyakit.



Aspek Ketulinan Saintifik

Apa yang disebutkan dalam hadis di atas sebenarnya berlaku, kerana semua organ tubuh memberikan isyarat kepada satu sama lain untuk menyelamatkan organ yang dijangkiti/tercedera dan umat Muslim juga harus seperti itu: Apabila suatu daerah mengalami pencerobohan , seluruh umat perlu menghubungi satu sama lain untuk datang memberi bantuan kepadanya.

Anda tidak akan dapat menemukan perkataan yang lebih tepat dari perkataan ‘Tada’a’ untuk menggambarkan kesakitan pada suatu organ, yang didalamnya terkandung aspek linguistik, retorik, dan ketulinan pada masa yang sama.

Nabi SAW memberitahu kepada kita apa yang sebenarnya berlaku di dalam tubuh manusia tanpa menggunakan sebarang perkakasan/peralatan dan menggunakan kata-kata yang fasih dan kalimat yang retorik.

Apa yang lebih mengkagumkan adalah kenyataan bahawa nama yang diberikan oleh doktor kepada sistem saraf yang berinteraksi semasa tubuh dijangkiti atau terluka adalah: saling mencintai, kasihsayang, dan belaskasihan, yang merupakan kata-kata sama yang digunakan oleh Nabi SAW di dalam hadis tersebut

Maha Besar Allah yang telah mengutus RasulNya dengan petunjuk dan agama yang benar lagi unggul, dan Allah yang membantunya dengan mukjizat dan kefasihan.

Terjemahan Artikel: THE DISTRESS CALL WITHIN THE BODY
Commission on Scientific Signs of Qur’an & Sunnah

http://www.eajaz.org/

Disalin dengan sedikit ubahsuai dari : http://assabiel.com/?p=3057

Sesungguhnya orang yang beriman itu ialah orang yang apabila disebutkan Allah akan gementar hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya (ayat-ayat Allah) akan bertambahlah iman mereka, dan kepada Rab (Tuhan) mereka bertawakal. ( Surah an-Anfal : Ayat 2 )
ORANG MUKMIN SALING MENYAYANGI LAKSANA SATU TUBUH



Dari An-Nu’man bin Basyir, dia mengatakan: Rasulullah SAW bersabda: Engkau lihat orang-orang mukmin dalam h
al saling menyayangi, saling mencintai dan saling berbelas kasihan, adalah laksana satu tubuh, jika salah satu anggotanya menderita, maka seluruh tubuh akan merasa susah untuk tidur dan demam. (HR. Bukhari-Kitab Adab)


Fakta Ilmiah:

Penyelidekan-penyelidekan moden yang intensif dan berterusan telah mengungkap fakta yang mengkagumkan mengenai interaksi antara organ-organ tubuh manusia ketika diancam bahaya seperti kecederaan atau sakit. Kajian juga menemui strategi dan tindakbalas fungsi yang diambil oleh organ-organ diseluruh tubuh setiap kali apabila salah satu organ menderita akibat cedera atau sakit, dan tindakbalas ini berbeza-beza mengikut keadaan kecederaan.

Apabila saja jangkitan atau kecederaan berlaku, pusat deria mula menghubungi pusat-pusat kawalan dan pengawasan di hipotalamus. Panggilan ini merangsang pada kelenjar pituitari untuk merembeskan hormon yang merangsang pula kepada seluruh kelenjar endokrin untuk mengeluarkan hormon mereka, yang mendesak semua organ tubuh untuk menyelamatkan organ tubuh yang terancam tersebut.

Oleh kerana itu, ia adalah suatu aduan yang nyata, dan panggilan yang benar , bukannya satu metafora. Panggilan ini bererti bahawa setiap bahagian dari tubuh menggunakan tenaga paling tinggi untuk menyelamatkan bahagian tubuh yang terancam. Jantung, contohnya, mula berdegup lebih cepat untuk membantu darah beredar dan mencapai organ yang terluka.

Pada masa yang sama, pembuluh darah di organ terluka akan menguncup, sedangkan saluran darah di bahagian tubuh yang lain mengembang untuk menghantar jumlah tenaga, oksigen, antibodi, hormon, dan asid amino yang diperlukan ke bahagian yang terluka untuk membantu melawan jangkitan atau kecederaan dan untuk menyembuhkannya dengan cepat.

Tubuh mulai menjadi lemah,akibat memecah sebahagian daripada lemak dan protein yang disimpan, bagi memberikan bantuan pada organ yang terluka. Proses ini berterusan sehingga reda proses penyelamat iaitu di saat kecederaan atau penyakit terkawal, dan tisu dan sel yang terkena jangkitan/cedera dapat disembuhkan.

Panggilan dari bahagian terluka atau dijangkiti menyerupai panggilan nyata untuk bantuan; tempat yang tercedera mengeluarkan denyutan saraf ke pusat-pusat deria dan pengawasan dari otak; Malah, beberapa zat kimia dilepaskan semasa titisan pertama tumpahan darah atau ketika suatu tisu terkoyak. Kemudian, semua organ tubuh bertindakbalas untuk memberikan bantuan untuk organ yang tercedera/dijangkiti bersesuaian dengan keadaan kecederaan atau penyakit.



Aspek Ketulinan Saintifik

Apa yang disebutkan dalam hadis di atas sebenarnya berlaku, kerana semua organ tubuh memberikan isyarat kepada satu sama lain untuk menyelamatkan organ yang dijangkiti/tercedera dan umat Muslim juga harus seperti itu: Apabila suatu daerah mengalami pencerobohan , seluruh umat perlu menghubungi satu sama lain untuk datang memberi bantuan kepadanya.

Anda tidak akan dapat menemukan perkataan yang lebih tepat dari perkataan ‘Tada’a’ untuk menggambarkan kesakitan pada suatu organ, yang didalamnya terkandung aspek linguistik, retorik, dan ketulinan pada masa yang sama.

Nabi SAW memberitahu kepada kita apa yang sebenarnya berlaku di dalam tubuh manusia tanpa menggunakan sebarang perkakasan/peralatan dan menggunakan kata-kata yang fasih dan kalimat yang retorik.

Apa yang lebih mengkagumkan adalah kenyataan bahawa nama yang diberikan oleh doktor kepada sistem saraf yang berinteraksi semasa tubuh dijangkiti atau terluka adalah: saling mencintai, kasihsayang, dan belaskasihan, yang merupakan kata-kata sama yang digunakan oleh Nabi SAW di dalam hadis tersebut

Maha Besar Allah yang telah mengutus RasulNya dengan petunjuk dan agama yang benar lagi unggul, dan Allah yang membantunya dengan mukjizat dan kefasihan.

Terjemahan Artikel: THE DISTRESS CALL WITHIN THE BODY
Commission on Scientific Signs of Qur’an & Sunnah

http://www.eajaz.org/

Disalin dengan sedikit ubahsuai dari : http://assabiel.com/?p=3057

Monday, December 31, 2012

KEGEMUKAN MENGUNDANG KESAKITAN



KEGEMUKAN MENGUNDANG KESAKITAN


Hadith berkaitan kurangkan makan

Nabi Muhammad SAW bersabda “Seseorang tidak pernah memenuhkan karung seburuk perutnya, cukuplah bagi seseorang beberapa suapan untuk membetulkan tulang belakangnya (memperolehi tenaga), jika perlu untuk mengambil lebih, maka satu pertiga ruang untuk makanan, sepertiga untuk air dan sepertiga untuk pernafasan.” [Rujuk hadith riwayat Imam Ahmad, Termidzi, Ibnu Majah dan Nasa’i].

Nabi SAW juga bersabda, “Perut adalah rumah segala penyakit”.

“Kami adalah kaum yang tidak akan makan kecuali apabila lapar dan apabila kami makan tidak sampai terlalu kenyang.” (Hadis Abu Daud)[1]


Dari Abu Hurairah ra, katanya:
Ada seorang laki-laki yang biasanya banyak makan. Setelah masuk Islam, makannya sedikit. Hal itu diceritakan orang kepada Rasulullah SAW. Beliau bersabda: Orang yang beriman makan untuk satu perut. Orang kafir makan untuk tujuh perut." (Shahih Bukhari)


KEGEMUKAN

Kini kajian sains mendapati bahawa dari sudut kesihatan, kegemukan menunjukkan adanya kecacatan dalam asimilasi makanan kerana lemak yang berlebihan atau tidak berfungsinya kelenjar endokrin. Walau bagaimanapun, faktor keturunan tidak menjadi penyebab kepada kegemukan seperti tanggapan sesetengah orang.

Penyelidekan mengesahkan bahawa kegemukan memberikan kesan yang buruk kepada tubuh manusia. Sebuah syarikat Insurans Amerika telah menerbitkan statistik yang menunjukkan bahawa semakin meningkat ukuran lilitan pinggang, semakin meningkat penurunan usia manusia.

Mereka yang mempunyai ukuran lilitan pinggang yang melebehi ukuran lilitan dadanya mempunyai kadar kematian lebih tinggi. Kajian juga mengesahkan bahawa penyakit kencing manis lebih dihidapi oleh orang gemuk daripada orang biasa. Kegemukan mempunyai kesan negatif pada organ tubuh, khususnya jantung. lemak yang menggantikan beberapa sel otot-otot jantung dan meneyebabkan ianya tidak dapat berfungsi dengan betul.

Nabi Muhammad (SAW) telah memberi amaran terhadap kesan kegemukan apabila beliau SAW mengatakan “Perut adalah rumah segala penyakit”. Kajian tersebut di atas juga memberi amaran agar tidak menggunakan ubat-ubatan untuk mengurangkan berat.

Cara terbaik untuk menurunkan berat badan dan menjaga tubuh badan dan sentiasa sihat adalah dengan mengikut arahan dan bimbingan dari Allah yang memerintahkan kita untuk tidak makan berlebihan. Allah SWT berfirman, “Wahai anak-anak Adam! Ambillah perhiasan kamu pada setiapkali ke mesjid, dan makan dan minumlah, dan janganlah kamu berlebihan, sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang berlebih-lebihan “[Al-'Araf 7:31].

Oleh itu, empat belas abad yang lalu Islam menjelaskan pentingnya mengamalkan sistem pemakanan sederhana dan normal yang membawa kepada berat tubuh badan yang sederhana dan seimbang.

Islam mendahului kajian perubatan moden dalam mengingatkan manusia terhadap pengambilan makanan yang berlebihan dan kesan negatif kegemukan. Untuk melindungi sistem pencernaan,

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Punca setiap penyakit adalah makan berlebihan ” [Rujuk Eljamie Elsageer]. Hadith Nabi SAW ini menunjukkan pentingnya melindungi sistem pencernaan yang akan mencegah seluruh tubuh daripada keracunan akibat dari makan berlebihan.

Makan berlebihan dan makan sebelum pencernaan sempurna makanan sebelumnya membebani sistem pencernaan, menyebabkan radang pada sistem pencernaan serta melipatgandakan bakteria berbahaya di dalam perut. Kesannya bakteria ini melepaskan racunnya ke dalam darah, sistem pernafasan, sistem kencing dan buah pinggang dan menjangkitinya.

Oleh itu, di sini kita mendapati keajaiban yang jelas apabila Al-Quran dan hadith Nabi Muhammad SAW yang bertujuan untuk melindungi manusia yang sihat dengan menasihatinya supaya jangan makan berlebihan dan jangan menjadi gemuk, akhir-akhir ini perubatan moden mengakui fakta Islam ini.

Sumber: “Keajaiban Saintifik dalam Islam & Sunnah Nabawi” Oleh: Mohammed Abdel Kamil Sammad

Dengan ehsan Science4islam.com

Disalin dengan sedikit ubahsuai dari : http://assabiel.com/?p=1702

Sesungguhnya orang yang beriman itu ialah orang yang apabila disebutkan Allah akan gementar hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya (ayat-ayat Allah) akan bertambahlah iman mereka, dan kepada Rab (Tuhan) mereka bertawakal. ( Surah an-Anfal : Ayat 2 )
KEGEMUKAN MENGUNDANG KESAKITAN


Hadith berkaitan kurangkan makan

Nabi Muhammad SAW bersabda “Seseorang tidak pernah memenuhkan karung seburuk perutnya, cukuplah bagi seseorang beberapa suapan untuk membetulkan tulang belakangnya (memperolehi tenaga), jika perlu untuk mengambil lebih, maka satu pertiga ruang untuk makanan, sepertiga untuk air dan sepertiga untuk pernafasan.” [Rujuk hadith riwayat Imam Ahmad, Termidzi, Ibnu Majah dan Nasa’i].

Nabi SAW juga bersabda, “Perut adalah rumah segala penyakit”.

“Kami adalah kaum yang tidak akan makan kecuali apabila lapar dan apabila kami makan tidak sampai terlalu kenyang.” (Hadis Abu Daud)[1]


Dari Abu Hurairah ra, katanya:
Ada seorang laki-laki yang biasanya banyak makan. Setelah masuk Islam, makannya sedikit. Hal itu diceritakan orang kepada Rasulullah SAW. Beliau bersabda: Orang yang beriman makan untuk satu perut. Orang kafir makan untuk tujuh perut." (Shahih Bukhari)


KEGEMUKAN

Kini kajian sains mendapati bahawa dari sudut kesihatan, kegemukan menunjukkan adanya kecacatan dalam asimilasi makanan kerana lemak yang berlebihan atau tidak berfungsinya kelenjar endokrin. Walau bagaimanapun, faktor keturunan tidak menjadi penyebab kepada kegemukan seperti tanggapan sesetengah orang.

Penyelidekan mengesahkan bahawa kegemukan memberikan kesan yang buruk kepada tubuh manusia. Sebuah syarikat Insurans Amerika telah menerbitkan statistik yang menunjukkan bahawa semakin meningkat ukuran lilitan pinggang, semakin meningkat penurunan usia manusia.

Mereka yang mempunyai ukuran lilitan pinggang yang melebehi ukuran lilitan dadanya mempunyai kadar kematian lebih tinggi. Kajian juga mengesahkan bahawa penyakit kencing manis lebih dihidapi oleh orang gemuk daripada orang biasa. Kegemukan mempunyai kesan negatif pada organ tubuh, khususnya jantung. lemak yang menggantikan beberapa sel otot-otot jantung dan meneyebabkan ianya tidak dapat berfungsi dengan betul.

Nabi Muhammad (SAW) telah memberi amaran terhadap kesan kegemukan apabila beliau SAW mengatakan “Perut adalah rumah segala penyakit”. Kajian tersebut di atas juga memberi amaran agar tidak menggunakan ubat-ubatan untuk mengurangkan berat.

Cara terbaik untuk menurunkan berat badan dan menjaga tubuh badan dan sentiasa sihat adalah dengan mengikut arahan dan bimbingan dari Allah yang memerintahkan kita untuk tidak makan berlebihan. Allah SWT berfirman, “Wahai anak-anak Adam! Ambillah perhiasan kamu pada setiapkali ke mesjid, dan makan dan minumlah, dan janganlah kamu berlebihan, sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang berlebih-lebihan “[Al-'Araf 7:31].

Oleh itu, empat belas abad yang lalu Islam menjelaskan pentingnya mengamalkan sistem pemakanan sederhana dan normal yang membawa kepada berat tubuh badan yang sederhana dan seimbang.

Islam mendahului kajian perubatan moden dalam mengingatkan manusia terhadap pengambilan makanan yang berlebihan dan kesan negatif kegemukan. Untuk melindungi sistem pencernaan,

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Punca setiap penyakit adalah makan berlebihan ” [Rujuk Eljamie Elsageer]. Hadith Nabi SAW ini menunjukkan pentingnya melindungi sistem pencernaan yang akan mencegah seluruh tubuh daripada keracunan akibat dari makan berlebihan.

Makan berlebihan dan makan sebelum pencernaan sempurna makanan sebelumnya membebani sistem pencernaan, menyebabkan radang pada sistem pencernaan serta melipatgandakan bakteria berbahaya di dalam perut. Kesannya bakteria ini melepaskan racunnya ke dalam darah, sistem pernafasan, sistem kencing dan buah pinggang dan menjangkitinya.

Oleh itu, di sini kita mendapati keajaiban yang jelas apabila Al-Quran dan hadith Nabi Muhammad SAW yang bertujuan untuk melindungi manusia yang sihat dengan menasihatinya supaya jangan makan berlebihan dan jangan menjadi gemuk, akhir-akhir ini perubatan moden mengakui fakta Islam ini.

Sumber: “Keajaiban Saintifik dalam Islam & Sunnah Nabawi” Oleh: Mohammed Abdel Kamil Sammad

Dengan ehsan Science4islam.com

Disalin dengan sedikit ubahsuai dari : http://assabiel.com/?p=1702

Thursday, December 20, 2012

TULANG SULBI ( COCCYX )

TULANG SULBI ( COCCYX )


Apa sebenarnya rahsia serta keajaiban tulang sulbi sehingga tulang ini disebut oleh Rasulullah s.a.w sejak 14 abad dahulu ?

Mengikut istilah anatomi, tulang sulbi dikenali sebagai Coccyx. Ia merupakan tulang yang terakhir dalam susunan dari atas ke bawah tulang vertebra (tulang belakang) yang terletak dibahagian pinggul.

Daripada Abu Hurairah r.a bahawa Rasululah s.a.w bersabda yang bermaksud: "Semua bahagian tubuh anak Adam akan dimakan tanah, kecuali tulang sulbi yang daripadanya ia diciptakan dan daripadanya dia akan dibangkitkan." (riwayat An-Nasa'i, Abu Daud dam Ibnu Majah)

Berdasarkan hadith di atas dapat disimpulkan bahawa:
1. Bermulanya kejadian manusia adalah daripada tulang sulbi.
2. Tulang sulbi begitu utuh dan tidak akan hancur.
3. Manusia akan dibangkitkan semula pada hari kiamat daripada tulang sulbi.



KEJADIAN MANUSIA DARI TULANG SULBI

Ovum yang disenyawakan oleh sperma dinamakan zigot. Kemudian pembentukan janin bermula iaitu daripada 1 sel, ia membelah menjadi 2 sel dan setiap sel masing2 membelah lagi dan lagi. Struktur yang mula2 dibentuk pada janin manusia pada hari ke 14 selepas persenyawaan ialah hujung ekor. Semasa proses pembentukan janin yang sempurna, hujung ekor ini terus memanjang dan menjadi benang asas (primitive streak) dan lingkungan asas (notochord).

Kemudian, notochord akan membentuk kepala janin manakala primitive streak akan membentuk tubuh janin. Setelah ia membentuk badan dan kepala janin, pita pita asas ini akan berundur secara beransur-ansur hingga ia masuk semula ke hujung ekor (coccyx).



TULANG SULBI TIDAK AKAN HANCUR

Seorang saintis Jerman bernama Hans Spermann berjaya membuktikan bahawa sel-sel di dalam coccyx tidak akan hancur atau musnah. Dalam kajian yang dilakukan, beliau telah mengisar tulang coccyx hingga hancur dan memanaskannya dengan suhu yang amat panas dalam tempoh masa yang lama. Beliau kemudian memeriksa sel-sel tulang tersebut dan dan ternyata ia masih lagi hidup dan masih utuh seperti biasa.

Maha suci Allah..begitu agung ciptaan-Nya. Jadi ini bermakna, meskipun jasad seseorang telah meninggal dunia, tetapi sel-sel dalam tulang coccyx kekal hidup walau di mana sekalipun dia dikebumikan meskipun telah beribu-ribu tahun lamanya.

Manusia dibangkitkan semula pada hari kiamat dengan tulang sulbi
Dalam AL-Qur'an ada menceritakan tentang kebangkitan manusia pada hari kiamat.

Firman Allah yang bermaksud "Engkau memasukkan malam ke dalam siang, dan Engkau memasukkan siamg ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup daripada yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati daripada yang hidup" (surah Ali I'mran 3:27).

Maka jasad-jasad akan ditumbuhkan buat kali ke dua daripada hujung ekor seperti mana ia telah tumbuh buat kali pertama di dalam rahim ibu.

Hans Spermann berjaya membuktikan keupayaan sel-sel tulang coccyx untuk tumbuh semula. Beliau telah memasukkan tulang-tulang sulbi yang telah dikisar dan dibakar tadi ke dalam embrio-embrio lain. Hasilnya, tulang sulbi tersebut tetap dapat tumbuh dan membentuk paksi janin yang lain.

Begitulah serba sedikit info berkaitan tulng sulbi yang dapat saya kongsikan bersumberkan rencana dari ruangan Fizikr dari Dr. Farhan Hadi Mohd Taib Majalah SOLUSI isu 19.

Disalin dengan sedikit ubahsuai dari : http://wansyu.blogspot.com/2010/06/rahsia-keajaiban-tulang-sulbi.html

Lain - lain artikel mengenai Fakta Tulang Sulbi : http://assabiel.com/?p=2525

Sesungguhnya orang yang beriman itu ialah orang yang apabila disebutkan Allah akan gementar hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya (ayat-ayat Allah) akan bertambahlah iman mereka, dan kepada Rab (Tuhan) mereka bertawakal. ( Surah an-Anfal : Ayat 2 )

Monday, December 10, 2012

Aura manusia yang beriman


AURA MANUSIA


Tubuh badan manusia dibina dari lebih dari 53 trillion sel-sel yang hidup dan sentiasa bergetar. Hasil daripada getaran itulah yang mengeluarkan haba dan memanaskan tubuh badan manusia. Sel-sel tubuh manusia memerlukan zat makanan untuk hidup dan melakukan fungsinya.
 
Kajian terkini menggunakan “ nano teknologi  ” telah mendapati bahawa dalam setiap sel itu pula mengandungi 10,000 sel hidup yang memiliki kebijaksanaan (intelligence) dan melaksanakan fungsi seperti mana yang telah diprogramkan. Program-program ini dikawal oleh otak melalui talian maklumat yang disampaikan menerusi sistem saraf (meredian lines). Talian saraf ini seumpama talian telefon yang memerlukan tenaga eletrik bagi membawa denyutan (pulse) maklumat daripada otak ke anggota tubuh menerusi saraf sebagai “arahan” dan sebaliknya maklumat daripada anggota tubuh dihantar sebagai “  laporan  ” kepada otak supaya otak dapat memproses maklumat itu dan mengenalpasti keadaan anggota berkenaan.

Sekiranya anggota itu sakit, maka otak akan mencari penyelesaiannya seperti mengeluarkan enzim-enzim atau kimia tertentu bagi memulihkan anggota berkenaan. Kesemua proses biologi ini tersusun dalam satu rangkaian proses yang berhubung kait antara satu sama lain.

Fenomena dalam tubuh manusia ini amat menakjubkan para pengkaji dan saintis ditambah pula dengan penemuan Medan Tenaga Manusia (Human Energy Field (HEF)) oleh Dr Willian Kilner pada tahun 1911 lagi. Kilner memanggilnya sebagai AURA dan istilah ini masih digunakan sampai hari ini.

Kajiannya mendapati bahawa medan tenaga manusia ini memiliki beberapa lapisan tenaga utama. Lapisan paling hampir berada dalam tubuh hingga ke kulit.

Lapisan kedua meliputi satu inci daripada kulit dan lapisan ketiga meliputi 6 inci daripada lapisan kulit tubuh manusia. Ujian teliti telah dilakukannya dan mendapati bahawa kadar lapisan tenaga ini berbeza berdasarkan umur, jantina, kesihatan, kebolehan mental dan emosi seseorang.

Dr Wilhelm Reich, seorang saintis dan juga psychiatrist menamakannya “orgone” dan menemui bukti bahawa aliran tenaga dalam tubuh manusia mempunyai hubungan rapat dengan keadaan fizikal dan psikologi manusia. Reich mengakui bahawa teknik rawatan akupuntur yang diamalkan oleh tabib-tabib cina semenjak ribuan tahun dahulu dengan melepaskan halangan tenaga yang tersekat dalam sistem saraf manusia mampu menghapuskan fikiran negatif, tekanan emosi dan kesakitan fizikal.

Pada tahun 1930, Dr Lawrence Bendit dan Phoebe Bendit juga menemui bukti hubungan antara medan tenaga manusia dengan kesihatan dan keupayaan penyembuhan tubuh, malah kaitannya dengan kepercayaan agama dan kerohanian. Ini disokong oleh Dr Schafica Karagula dan Dr Dianne yang mendalami fenomena ini dan berjaya mengkaitkannya sehingga kepada masalah gangguan fikiran otak hinggalah ke perut.

Perlu kita ingat, medan tenaga manusia ini adalah berasaskan tenaga yang dihasilkan oleh sel-sel tubuh manusia yang bergetar disebabkan oleh getaran atom-atom dalam sel tersebut.

Dr. Richard Dobrin, Dr John Pierrakos dan Dr Barbara Ann Brennan pula membuat kajian dan analisa terperinci tentang medan tenaga manusia ini dan berjaya membuktikan bahawa tenaga ini juga menghasilkan sinar cahaya. Mereka menggunakan alat pengesan cahaya yang amat sensitif hingga boleh mengesan kadar gelombang cahaya serendah 350 nanometer. Kadar sinar cahaya ini amat bergantung kepada kesihatan, perasaan dan emosi seseorang dan penemuan yang paling menakjubkan adalah kaitannya dengan kepercayaan keagamaan dan spiritual seseorang. 

Amat benarlah hadis yg diriwayatkan Bukhari dan Muslim yg mafhumnya :

 " Sesungguhnya umatku akan dipanggil kelak dgn muka2 dan tangan2 yg bercahaya dari bekas wuduk,maka barangsiapa dari kamu dapat memperpanjangkan cahaya mukanya maka hendaklah dia melaksanakannya "


Sementara hadis riwayat ibnu Asaakir dan Dailammi pula berbunyi : 

 " Istighfar itu papan catatan amal, kemilau cahayanya "

 

Pernah juga kita terdengar Nur yg terpancar dari wajah org2 soleh dan Nur dari wajah RAsulullah SAW. 

Dr. William Eidson dan Karen Gestla dari Universiti Drexel, Dr Hiroshi Motoyama dari Jepun, Dr Zheng Rongliang dari Universiti Lanzhou juga membuat kajian lanjut berkenaan medan tenaga ini. Sementara itu, sekumpulan saintis dari Bioinformation Institute of A.S Popow mengumumkan penemuan kukuh bahawa organisma hidup mengeluarkan getaran tenaga berfrekuensi antara 300 hingga 2000 nanometers. Mereka memanggilnya sebagai ‘Medan Tenaga Bio” atau “Bioplasma”.

Penemuan ini disahkan oleh Akademi Perubatan Moscow dan disokong oleh penyelidikan di Great Britain, Netherlands, Germany, Amerika dan Poland.

Sel-sel tubuh memerlukan air sebagai sumber makanan utama dengan membentuk 70% daripada tubuh adalah air. Berlandaskan fakta ini dapatlah kita simpulkan bahawa makanan dan minuman yang baik akan membentuk sel-sel yang baik. Sel-sel yang baik ini pula akan bergetar mengeluarkan tenaga. Perubahan kekuatan bioplasma dan sinar cahaya oleh tenaga itu pula telah dibuktikan secara saintifik berkait rapat dengan kadar kesihatan, fizikal, emosi, malah psikologi dan kerohanian seseorang. Maka kini terbongkarlah secara saintifik rahsia rawatan alternatif yang diamalkan oleh orang-orang terdahulu yang digelar sebagai sains kuno.

Dapatlah kita fahami kini bagaimana logik dan relevennya amalan masyarakat kita yang diwarisi dari petua dan kaedah ulama silam seperti amalan mingguan membaca Surah Yasin yang biasanya diisi sebagai program amal pada malam Jumaat dan ada antara kita yang mengambil kesempatan menadah air sempena keberkatan daripada bacaan Surah Yasin tersebut. 


Disalin dengan sedikit ubahsuai dari : 
http://amirmistik.webs.com/apps/forums/topics/show/3112427-kebenaran-al-quran-dibuktikan-secara-saintifik?page=last


Sesungguhnya orang yang beriman itu ialah orang yang apabila disebutkan Allah akan gementar hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya (ayat-ayat Allah) akan bertambahlah iman mereka, dan kepada Rab (Tuhan) mereka bertawakal. ( Surah an-Anfal : Ayat 2 )

Wallahua'lam
AURA MANUSIA


Tubuh badan manusia dibina dari lebih dari 53 trillion sel-sel yang hidup dan sentiasa bergetar. Hasil daripada getaran itulah yang mengeluarkan
haba dan memanaskan tubuh badan manusia. Sel-sel tubuh manusia memerlukan zat makanan untuk hidup dan melakukan fungsinya.

Kajian terkini menggunakan “ nano teknologi ” telah mendapati bahawa dalam setiap sel itu pula mengandungi 10,000 sel hidup yang memiliki kebijaksanaan (intelligence) dan melaksanakan fungsi seperti mana yang telah diprogramkan. Program-program ini dikawal oleh otak melalui talian maklumat yang disampaikan menerusi sistem saraf (meredian lines). Talian saraf ini seumpama talian telefon yang memerlukan tenaga eletrik bagi membawa denyutan (pulse) maklumat daripada otak ke anggota tubuh menerusi saraf sebagai “arahan” dan sebaliknya maklumat daripada anggota tubuh dihantar sebagai “ laporan ” kepada otak supaya otak dapat memproses maklumat itu dan mengenalpasti keadaan anggota berkenaan.

Sekiranya anggota itu sakit, maka otak akan mencari penyelesaiannya seperti mengeluarkan enzim-enzim atau kimia tertentu bagi memulihkan anggota berkenaan. Kesemua proses biologi ini tersusun dalam satu rangkaian proses yang berhubung kait antara satu sama lain.

Fenomena dalam tubuh manusia ini amat menakjubkan para pengkaji dan saintis ditambah pula dengan penemuan Medan Tenaga Manusia (Human Energy Field (HEF)) oleh Dr Willian Kilner pada tahun 1911 lagi. Kilner memanggilnya sebagai AURA dan istilah ini masih digunakan sampai hari ini.

Kajiannya mendapati bahawa medan tenaga manusia ini memiliki beberapa lapisan tenaga utama. Lapisan paling hampir berada dalam tubuh hingga ke kulit.

Lapisan kedua meliputi satu inci daripada kulit dan lapisan ketiga meliputi 6 inci daripada lapisan kulit tubuh manusia. Ujian teliti telah dilakukannya dan mendapati bahawa kadar lapisan tenaga ini berbeza berdasarkan umur, jantina, kesihatan, kebolehan mental dan emosi seseorang.

Dr Wilhelm Reich, seorang saintis dan juga psychiatrist menamakannya “orgone” dan menemui bukti bahawa aliran tenaga dalam tubuh manusia mempunyai hubungan rapat dengan keadaan fizikal dan psikologi manusia. Reich mengakui bahawa teknik rawatan akupuntur yang diamalkan oleh tabib-tabib cina semenjak ribuan tahun dahulu dengan melepaskan halangan tenaga yang tersekat dalam sistem saraf manusia mampu menghapuskan fikiran negatif, tekanan emosi dan kesakitan fizikal.

Pada tahun 1930, Dr Lawrence Bendit dan Phoebe Bendit juga menemui bukti hubungan antara medan tenaga manusia dengan kesihatan dan keupayaan penyembuhan tubuh, malah kaitannya dengan kepercayaan agama dan kerohanian. Ini disokong oleh Dr Schafica Karagula dan Dr Dianne yang mendalami fenomena ini dan berjaya mengkaitkannya sehingga kepada masalah gangguan fikiran otak hinggalah ke perut.

Perlu kita ingat, medan tenaga manusia ini adalah berasaskan tenaga yang dihasilkan oleh sel-sel tubuh manusia yang bergetar disebabkan oleh getaran atom-atom dalam sel tersebut.

Dr. Richard Dobrin, Dr John Pierrakos dan Dr Barbara Ann Brennan pula membuat kajian dan analisa terperinci tentang medan tenaga manusia ini dan berjaya membuktikan bahawa tenaga ini juga menghasilkan sinar cahaya. Mereka menggunakan alat pengesan cahaya yang amat sensitif hingga boleh mengesan kadar gelombang cahaya serendah 350 nanometer. Kadar sinar cahaya ini amat bergantung kepada kesihatan, perasaan dan emosi seseorang dan penemuan yang paling menakjubkan adalah kaitannya dengan kepercayaan keagamaan dan spiritual seseorang.

Amat benarlah hadis yg diriwayatkan Bukhari dan Muslim yg mafhumnya :

" Sesungguhnya umatku akan dipanggil kelak dgn muka2 dan tangan2 yg bercahaya dari bekas wuduk,maka barangsiapa dari kamu dapat memperpanjangkan cahaya mukanya maka hendaklah dia melaksanakannya "


Sementara hadis riwayat ibnu Asaakir dan Dailammi pula berbunyi :

" Istighfar itu papan catatan amal, kemilau cahayanya "



Pernah juga kita terdengar Nur yg terpancar dari wajah org2 soleh dan Nur dari wajah RAsulullah SAW.

Dr. William Eidson dan Karen Gestla dari Universiti Drexel, Dr Hiroshi Motoyama dari Jepun, Dr Zheng Rongliang dari Universiti Lanzhou juga membuat kajian lanjut berkenaan medan tenaga ini. Sementara itu, sekumpulan saintis dari Bioinformation Institute of A.S Popow mengumumkan penemuan kukuh bahawa organisma hidup mengeluarkan getaran tenaga berfrekuensi antara 300 hingga 2000 nanometers. Mereka memanggilnya sebagai ‘Medan Tenaga Bio” atau “Bioplasma”.

Penemuan ini disahkan oleh Akademi Perubatan Moscow dan disokong oleh penyelidikan di Great Britain, Netherlands, Germany, Amerika dan Poland.

Sel-sel tubuh memerlukan air sebagai sumber makanan utama dengan membentuk 70% daripada tubuh adalah air. Berlandaskan fakta ini dapatlah kita simpulkan bahawa makanan dan minuman yang baik akan membentuk sel-sel yang baik. Sel-sel yang baik ini pula akan bergetar mengeluarkan tenaga. Perubahan kekuatan bioplasma dan sinar cahaya oleh tenaga itu pula telah dibuktikan secara saintifik berkait rapat dengan kadar kesihatan, fizikal, emosi, malah psikologi dan kerohanian seseorang. Maka kini terbongkarlah secara saintifik rahsia rawatan alternatif yang diamalkan oleh orang-orang terdahulu yang digelar sebagai sains kuno.

Dapatlah kita fahami kini bagaimana logik dan relevennya amalan masyarakat kita yang diwarisi dari petua dan kaedah ulama silam seperti amalan mingguan membaca Surah Yasin yang biasanya diisi sebagai program amal pada malam Jumaat dan ada antara kita yang mengambil kesempatan menadah air sempena keberkatan daripada bacaan Surah Yasin tersebut.


Disalin dengan sedikit ubahsuai dari :
http://amirmistik.webs.com/apps/forums/topics/show/3112427-kebenaran-al-quran-dibuktikan-secara-saintifik?page=last


Sesungguhnya orang yang beriman itu ialah orang yang apabila disebutkan Allah akan gementar hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya (ayat-ayat Allah) akan bertambahlah iman mereka, dan kepada Rab (Tuhan) mereka bertawakal. ( Surah an-Anfal : Ayat 2 )

Wallahua'lam

Friday, September 28, 2012

Kisah Hajarul Aswad

 



Hajar Aswad ialah batu hitam yang terletak di sudut sebelah Tenggara Ka’bah, iaitu sudut dari mana Tawaf dimulai. Hajar Aswad merupakan jenis batu ‘Ruby’ yang diturunkan Allah dari syurga melalui malaikat Jibril. Hajar Aswad terdiri dari lapan keping yang terkumpul dan diikat dengan lingkaran perak.

Hadis Sahih riwayat Imam Bathaqie dan Ibnu ‘Abas RA, bahawa Rasul SAW bersabda:

“Allah akan membangkitkan Al-Hajar (Hajar Aswad) pada hari kiamat. Ia dapat melihat dan dapat berkata. Ia akan menjadi saksi terhadap orang yang pernah memegangnya dengan ikhlas dan benar”.

Hadis tersebut mengatakan bahawa disunatkan membaca doa ketika hendak istilam (mengusap) atau melambainya pada permulaan thawaf atau pada setiap putaran, sebagai mana, diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA. Artinya:

“Bahawa Nabi Muhammad SAW datang ke Ka’bah lalu diusapnya Hajar Aswad sambil membaca Bismillah Wallahu Akbar”.

Hadis Siti Aisyah RA mengatakan bahawa Rasul SAW bersabda:

“Nikmatilah (peganglah) Hajar Aswad ini sebelum diangkat (dari bumi). Ia berasal darisyurga dan setiap sesuatu yang keluar dari syurga akan kembali ke syurga sebelum kiamat”.

Asal dan Sejarah Hajar Aswad

Menurut banyak riwayat, antara lain daripada Abdullah bin Umar bin Khattab, Hajar Aswad berasal dari syurga.


Riwayat oleh Sa'id bin Jubair r.a daripada Ibnu Abbas daripada Ubay bin Ka'b r.a, menerangkan bahawa Hajar Aswad dibawa turun oleh malaikat dari langit ke dunia.


Abdullah bin Abbas juga meriwayatkan bahawa Hajar Aswad adalah batu yang berasal dari syurga, tidak ada sesuatu selain batu itu yang diturunkan dari syurga ke dunia ini. Riwayat-riwayat di atas disebutkan oleh Abu al-Walid Muhammad bin Abdullah bin Ahmad al-Azraki (M.224 H/837 M), seorang ahli sejarah dan penulis pertama sejarah Mekah.Tidak ditemukan maklumat yang jelas tentang siapa yang meletakkan Hajar Aswad itu pertama kali di tempatnya di Kaabah; apakah malaikat atau Nabi Adam a.s.


Pada mulanya Hajar Aswad tidak berwarna hitam, melainkan berwarna putih bagaikan susu dan berkilat memancarkan sinar yang cemerlang. Abdullah bin Amr bin As r.a (7 SH-65 H)

Menurut riwayat Ibnu Abbas dan Abdullah bin Amr bin As, dahulu Hajar Aswad tidak hanya berwarna putih tetapi juga memancarkan sinar yang berkilauan.

Jika Allah SWT tidak memadamkan kilauannya, tidak seorang manusia pun yang sanggup memandangnya.

Pada tahun 606 M, ketika Nabi SAW berusia 35 tahun, Kaabah mengalami banjir besar yang turun dari gunung. Banjir ini telah menimpa dan meretakkan dinding-dinding Ka’bah yang sememangnya sudah lapuk kerana pernah terbakar sebelum itu.

Semasa pembangunan semula itu selesai, dan Hajar Aswad hendak diletakkan kembali ke tempatnya, terjadilah perselisihan di antara kabilah-kabilah itu tentang siapa yang paling berhak untuk meletakkan batu itu di tempatnya.

Melihat keadaan ini, Abu Umayyah bin Mugirah dari suku Makzum, sebagai orang yang tertua, mengajukan usul bahawa yang berhak meletakkan Hajar Aswad di tempatnya adalah orang yang pertama sekali memasuki pintu Safa keesokan harinya.

Ternyata orang itu adalah Muhammad yang ketika itu belum menjadi rasul. Dengan demikian, dialah yang paling berhak untuk meletakkan Hajar Aswad itu di tempatnya. Akan tetapi dengan keadilan dan kebijaksanaannya, Muhammad tidak langsung mengangkat Hajar Aswad itu.

Baginda melepaskan serbannya dan menghamparkannya di tengah-tengah anggota kabilah yang ada. Hajar Aswad lalu diletakkannya di tengah-tengah serban itu. Baginda kemudian meminta para ketua kabilah untuk memegang seluruh tepi serban dan secara bersama-sama mengangkat serban sampai ke tempat yang dekat dengan tempat diletakkannya Hajar Aswad. Baginda sendiri memegang batu itu lalu meletakkannya di tempatnya. Tindakan Baginda ini mendapat penilaian dan penghormatan yang besar dari kalangan ketua kabilah yang berselisih faham ketika itu.

Awalnya, Hajar Aswad tidak dihiasi dengan lingkaran pita perak di sekelilingnya. Lingkaran itu dibuat pada masa-masa berikutnya. Menurut Abu al-Walid Ahmad bin Muhammad al-Azraki (M. 203 H), seorang ahli sejarah kelahiran Mekah, Abdullah bin Zubair adalah orang pertama yang memasang lingkaran pita perak di sekeliling Hajar Aswad, setelah terjadi kebakaran pada Kaabah.
Pemasangan pita perak itu dilakukan agar Hajar Aswad tetap utuh dan tidak mudah pecah. 


Pemasangan pita perak berikutnya dilakukan pada 189 H, ketika Sultan Harun ar-Rasyid, khalifah Daulah Bani ‘Abbasiah , melakukan umrah di Masjidil Haram. Beliau memerintahkan Ibnu at-Tahnan, seorang pengukir perak terkenal ketika itu, untuk menyempurnakan lingkaran pita perak di sekeliling Hajar Aswad dan membuatnya lebih berkilat dan berkilau.

Usaha berikutnya dilakukan oleh Sultan Abdul Majid, Khalifah Uthmaniah (1225-1277 H/1839-1861 M). Pada tahun 1268 H, baginda menghadiahkan lingkaran emas untuk dililitkan pada Hajar Aswad, sebagai pengganti lingkaran pita perak yang telah hilang.


Lingkaran emas itu kemudian diganti dengan lingkaran perak oleh Sultan Abdul Aziz, Khalifah Uthmaniah (1861-1876 M). Pada 1331 H, atas perintah Sultan Muhammad Rasyad (Muhammad V, memerintah pada tahun 1909-1918), lingkaran pita perak itu diganti dengan lingkaran pita perak yang baru. Untuk menjaga dan mengekalkan keutuhannya, Hajar Aswad sering dililit dan dilingkari pita perak.

Ciuman sebagai sunnah semata-mata

Menurut ajaran Islam, mencium Hajarul Aswad merupakan sunnah Nabi S.A.W. semata-mata, dan ini ditegaskan oleh Khalifah Umar Al-Khattab apabila sebelum beliau mencium batu itu (Hajar Aswad), beliau berkata-kata:

“Aku tahu, sesungguhnya engkau hanyalah batu biasa. Andaikan aku tidak melihat Rasulullah SAW menciummu, sudah tentu aku tidak akan melakukan (mencium Hajar Aswad).”

Wallahuallam..